cuma mau ngobrol tentang cinta..iseng…:P

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

kata-kata di atas saya dapat dari note seorang teman di fesbuk. kemudian sejenak saya merenung dan kemudian tertawa. lebih pada menertawakan diri saya sendiri.

saya manusia, ya…, sebagai manusia normal, saya pernah jatuh cinta. jatuh cinta pada manusia, ya… pada lawan jenis. hehe…karena saya perempuan, maka saya jatuh cinta pada laki-laki.

saya jadi bertanya, apakah pernyataan di atas hanya berlaku untuk laki-laki? karena sepemahaman saya, kalau wanita bilang cinta lebih dahulu, bukankah terkesan “tidak bijak”? saya tau, dahulu, Ibu Khadijah, istri Rasulullah SAW, juga menyatakan terlebih dahulu niatnya untuk menikah dengan Rasul SAW.

seperti yang saya bilang, dulu saya pernah jatuh cinta. tapi tidak berani mengatakannya. hanya waktu itu, pertimbangan saya adalah…”kalau saya ngotot bilang, apa yang saya harapkan dari pernyataan saya? apa saya berharap kemudian terjalin hubungan di antara kami?” padahal, saya belum siap menikah waktu itu. akhirnya, saya putuskan memendamnya saja hingga kemudian seiring berjalannya waktu rasa itu melebur dengan sendirinya…hilang, tak bersisa…*heran deh…dulu itu cinta bukan sih? kok bisa hilang begitu aja ya? hahaha*

lalu, apa kemudian saya merasa sakit? hmm…kayaknya ga tuh…biasa wee…justru saya rasa akan sangat sakit jika saya sampai mengungkapkannya. taukah Anda mengapa? karena saya pasti malu sekali. apalagi kalau ditolak.:P

jadi, saya sedang berpikir, kenapa ya kok pernyataan di atas tidak sesuai dengan pengalaman yang pernah saya alami. hmm…kayaknya saya tau deh kenapa. soalnya, saya minta ke Allah..saya minta pada-Nya untuk menghapus perasaan “aneh” itu jika dia bukan jodoh yang tertulis untuk saya. Dan…terhapus. yah, mungkin itu petunjuk dari Allah bahwa dia bukan jodoh saya dan lebih baik menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan cinta. bukankah semua akan indah pada waktunya?

hmmm…mungkin pernyataan di atas lebih tepat ditujukan untuk orang-orang yang mencintai dengan tujuan sudah lebih serius kali yah…serius untuk menuju ke pernikahan. kayaknya kalau cuma rasa-rasa cinta seperti yang saya ungkapkan di atas, ga masuk deh. yah, namanya juga anak remaja baru lulus sma, masih puber kali yah. ngeliat cowo keren langsung heboh nggak jelas. kalau diinget-inget, jadi pingin tertawa sendiri. betapa kekanak-kanakannya saya waktu itu… sekarang sih nggak lah ya…*nggak salah maksudnya…hahaha*

mau minta maaf

habis ikutan kuis di fesbuk. hasilnya bilang saya termasuk orang yang ramah tapi ceplas-ceplos. tanpa sadar sudah bikin orang sakit hati.

saya bener2 ga nyadar kalau selama ini mungkin ada yang tersakiti. yah, lewat blog ini saya mau minta maaf. minta maaf pada semuanya. siapa pun yang mengenal saya, pernah bicara dengan saya. mohon maafkan saya. mohon diikhlaskan. mungkin ada ucapan, perkataan, sikap, atau apa pun yang menyakiti hati Anda, mohon dimaafkan.

saya yakin pasti banyak orang yang pernah sakit hati karena saya. hmm,,,siapa pun…kalau merasa kurang suka dengan sikap saya karena sudah menyakiti, silakan sampaikan saja langsung ke saya. insya Allah itu lebih baik dan saya akan berusaha untuk memperbaiki diri. lagi…dan lagi…

terimakasih sebelumnya. semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mensucikan diri. aamiin…

mari mensucikan diri

sujud3“Seseorang dari ummatku yang berdiri shalat pada sebagian malam telah mengobati jiwanya untuk selalu suci. (Sebab) di atas jiwa itu terdapat simpul-simpul, jika ia membasuh kedua tangannya (berwudhu) lepaslah satu simpul. Jika ia mengusap kepalanya, lepaslah satu simpul. Jika ia membasuh kakinya, lepaslah satu simpul. Kemudian Allah berfirman kepada mahluk yang ada dibalik hijab (Malaikat), “Lihatlah hambaKu ini, ia mengobati jiwanya dan memohon kepadaKu. Apa yang diminta hambaKu kepadaKu, maka untuknya (Ku kabulkan).” (HR. Ahmad & Ibn Hibban)

Manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Wajar sekali jika melakukan kesalahan. Akan tetapi, mau sampai kapan? Mau sampai kapan kita terus-menerus berkubang dalam dosa dan maksiat?

Ya Rabbi…hamba mohon ampun atas segala dosa dan khilaf hamba. Semoga apa-apa yang hamba tuliskan dalam blog ini bisa bermanfaat dan menjadi pengingat bagi diri hamba sendiri dan orang lain. Semoga hamba termasuk hamba yang senantiasa mensucikan diri.

Semoga kita semua termasuk hamba yang senantiasa mensucikan diri.

aamiin, aamiin ya Rabbal’alamin.

Dialog Antara Rasulullah SAW dan Iblis

Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW, dalam sebuah Hadits Qudsi. Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw.

Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan.

Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw.

Maka sambut Iblis (alaihi laknat), “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”

Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”

Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum , inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1):

“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku dimuka bumi ini.”

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal didalamnya bersamaku.”

Pertanyaan Nabi (2):

“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”

Jawab Iblis:

“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya.

Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”

Pertanyaan Nabi (3):

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”

Jawab Iblis:

“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah.. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”

Pertanyaan Nabi (4):

“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis:

“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga,aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”

Pertanyaan Nabi (5):

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”

Pertanyaan Nabi (6):

“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”

Pertanyaan Nabi (7):

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”

Pertanyaan Nabi (8):

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”

Pertanyaan Nabi (9):

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis:

“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.” Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”

Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”

Pertanyaan Nabi (10):

“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Umatmu itu ada tiga macam.

Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.”

Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan.

Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”

Pertanyaan Nabi (11):

“Siapa yang serupa dengan engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”

Pertanyaan Nabi (12):

“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”

Pertanyaan Nabi (13):

“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”

Pertanyaan Nabi (14):

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”

Pertanyaan Nabi (15):

“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”

Pertanyaan Nabi (16):

“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”

Jawab Iblis:

Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”

Pertanyaan Nabi (17):

“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat..”

Pertanyaan Nabi (18):

“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”

Pertanyaan Nabi (19):

“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”

Pertanyaan Nabi (20):

“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”

Sumber : Al-Hadits

tentang persahabatan

hm…nulis apa ya…

aa..tentang persahabatan…
persahabatan itu adalah hal yang sangat berharga.
beruntunglah Anda yang memiliki sahabat-sahabat terbaik dalam hidup.

saya juga beruntung…saya memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa.
yang tidak selalu membenarkan perbuatan, sikap, atau perkataan saya
namun selalu siap memberikan senyum tulusnya pada saat hari-hari saya terasa berat…

saya bertemu mereka pada suatu kesempatan
tidak menyangka ternyata dipersatukan kemudian dalam satu ikatan
saya dan mereka memiliki banyak persamaan, namun bukan berarti tidak ada perbedaan.
kami berdiri bersama untuk saling melengkapi.

kadangkala, ada pertengkaran-pertengkaran…
sering kali mengenai masalah sepele, namun bukan berarti yang paling prinsip tidak pernah dialami.

sahabat-sahabat saya adalah gambaran diri saya.
sosok-sosoknya memberikan detail tersendiri. itulah mengapa saya bisa merasa klop dengan mereka.

pada diri mereka…saya melihat diri saya.
semangat mereka, tawa mereka, sedih mereka, senyum mereka adalah harta yang tak ternilai bagi saya.

jika Anda tanya tentang persahabatan, maka akan saya jawab…persahabatan itu adalah cinta.

(hehe…I am truly in love with u, sist. maafkanlah aku yang sanguinis melankolis ini…hehe…sehingga tak tahan untuk tidak menuangkannya dalam kata kemudian mempublikasikannya…:p).

Sahabat-sahabatku tersayang, semoga ukhuwah kita selalu dijaga dan dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. aamiin…:)

to: tikitik sayang, ochachu, nyrong, sevie-chan, pam pink, gita cintaku, amanda jail, indah budi, fai go no, dan atti tercinta…:) *entah mengapa, hari ini aku begitu merindukan saat-saat bersama kalian kembali…luv u, sisters…:)

single and very happy

mereka bilang aku pemilih dan kesepian
terlalu keras menjalani hidup
beribu nasihat dan petuah yang diberikan
berharap hidupku bahagia

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

mereka bilang sudah saatnya karena usia
untuk mencari sang kekasih hati
tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku
pada waktu dan cara yang indah

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

waktu terus berjalan
tak bisa kuhentikan
kuinginkan yang terbaik untuk hidupku

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

ini lirik lagu terbarunya Opie Andaresta, judulnya Single Happy. Setelah saya dengerin, ternyata ok juga…asa punya kesamaan dengan saya. wkwkwkwk…:)) single and happy…

hmm, apa Anda juga punya kesamaan nasib? hahaha… kalau iya, tetep happy aja deh dan syukuri apa yang Allah berikan saat ini.  *sambil nyanyi…

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

Keep smile and semangat semuanya…:)

jurus ampuh

malas itu adalah penyakit yang paling berbahaya. tidak peduli tua, muda, anak-anak, kaya, miskin, pintar, bodoh, laki-laki, dan perempuan, kalau sudah terjangkiti penyakit ini, dijamin pasti menderita hidupnya. entah si penderita menyadarinya atau tidak. kalau masih sadar, itu bagus. yang sulit adalah jika tidak sadar. jangankan berpikir untuk lepas dari belenggu malas, wong sadar bahwa dirinya malas saja tidak…:D

saya adalah orang yang paling sering terserang penyakit ini. terkadang, saya sadar, namun sering kali saya justru terlena. saya pikir, saya baik-baik saja. sampai ketika diingatkan, saya malah jadi kesal. :D saya tidak tahu apakah malas itu adalah fitrah manusia. yang saya tahu, manusia itu memang suka berubah-ubah atau tidak stabil. karena manusia punya hati, yang dalam bahasa arabnya disebut qalbu. qalbu sendiri artinya berubah-ubah, tolong dikoreksi kalau salah tulis…:p, seperti yang saya dengar dari seorang teman. that’s why, manusia sering khilaf…

jadi, saya rasa, kalau seseorang terus-menerus istiqomah dalam kemalasan, artinya manusia itu sendiri telah keluar dari fitrahnya sebagai manusia. *sudah salah, istiqomah lagi…haha…manusia…manusia…*
nah, seperti yang saya telah tuliskan di atas, saya adalah orang yang sering terjangkiti penyakit malas. karenanya berdasarkan pengalaman saya, ternyata jurus ampuh mengusir malas itu cuma satu, yaitu …jreng..jreng…PAKSAIN!! *percaya atau tidak, menurut saya cuma itu jurus yang paling ok untuk saat ini…

PAKSAIN…PAKSAIN…PAKSAIN..

malas mandi pagi: paksain mandi pagi, malas baca quran: paksain baca quran, malas belajar: paksain belajar, malas bersih-bersih kamar *saya banget,,,puarah..!!* : paksain bersihin kamar…dan lain-lain…intinya mah PAKSAIN aja
mungkin awalnya berat, *namanya juga malas, kalau ringan, jadinya ga malas donk..:p*, namun dengan usaha yang konsisten, insya Allah penyakit itu bisa disembuhkan…

yah, sebenernya saya nulis ini juga sebagai bahan pengingat saya…mungkin saja, beberapa saat ke depan saya akan terserang malas lagi…*TIDAAAKKK..jangan sampe…>,<* dan saat itu tiba, saya bisa baca lagi tulisan ini…

semangat buat semuanya…semoga yang sedang tidak malas, bisa istiqomah dan yang sedang malas, segera sembuh dari sakitnya…amiin…

Cahaya di atas Cahaya

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur 35)

I do Love These Aayats

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

1. Mereka menanyakan padamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman. 2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. 3. (Yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kamu berikan kepada mereka. 4. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. 5. Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya. 6. Mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu). 7. Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar-benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya. 8. Agar Allah memperkuat yang baik (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya. 9. (ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu. “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” 10. Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Alah. Sungguh Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Q.S. Al-Anfal 1-10)

Coba deh teman-teman cari tahu makna dari ayat-ayat di atas. Keren banget lho…sampai merinding. hehe….:P

Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya…

Ingin Jatuh Cinta…;)

Saya perlu berterimakasih kepada tim nasyid Edcoustic Bandung…^^ karena sudah membuat saya akhir-akhir ini kembali menginginkan untuk jatuh cinta…lagi dan lagi sampai ketagihan akut…

Perasaan jatuh cinta yang tidak pernah menimbulkan sakit, seperti ketika kita jatuh cinta pada sesorang atau sesuatu. Perasaan jatuh cinta yang bisa menjadi begitu abadi. Yang tidak perlu membuat kita bertepuk sebelah tangan atau merasa dikhianati, meski tahu bahwa Sang Kekasih tidak hanya mencintai diri ini seorang.

Jatuh cinta yang ini hanya mengenal kata bahagia, tidak ada kecewa apalagi khawatir bahwa Sang Pujaan Hati akan menampik perasaan hati. Jatuh cinta yang ini hanya mengenal satu pemikiran, yaitu positive thinking dan itu mutlak. Tak ada keragu-raguan dan sejatinya tidak perlu ada keragu-raguan.

Hasrat cinta ini dapat membuat orang yang sedang jatuh cinta mencintai banyak hal dengan ikhlash dan pada kadar yang tepat. Hasrat cinta ini dapat membuat orang yang sedang jatuh cinta jadi dicintai oleh lingkungan sekitarnya, tidak hanya manusia…wOw…^^

Hmm…jatuh cinta pada apakah itu? Begitu ideal sekali. Siapa pun pasti ingin, siapa pun pasti mendamba. Karena hakikatnya setiap manusia di dunia ini hidup ingin mencari bahagia. Namun mereka khawatir jika salah menempatkan cinta, mereka akan tersakiti (tentu saja, tak ada yang ingin tersakiti, atau ada? :p).

Jadi, jatuh cinta pada siapa? Jawabannya, jatuh cinta pada Tuhan kita, teman…ya…pada Tuhan kita…pada Allah SWT, Tiada Ilah selain Dia. Sungguh indah sekali. Hatimu akan berbunga-bunga dengan abadi. Takkan berubah jadi duka. Jika pun berubah, bukan karena Sang Kekasih, tapi karena diri kita sendiri. Dan Sang Kekasih akan tetap membuka hati-Nya untuk kita, kapan pun, dimana pun, setiap kali kita menyadari salah dan ingin kembali. Hoho…jadi, seperti yang telah saya katakan, tak perlu ragu dan khawatir dikhianati. Nah…nah…justru kitalah yang perlu selalu introspeksi diri, apakah kita yang mengkhianati cinta-Nya? Duuh, betapa tidak tahu malunya diri ini…

Tuhan betapa aku malu

Atas semua yang Kau beri

Padahal diriku terlalu sering membuat-MU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena

Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali

Agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia

Untuk menghambakan-MU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-MU

Aku ingin mencintai-MU setulusnya,

Sebenar-benar aku cinta
Dalam do’a

Dalam ucapan

Dalam setiap langkahku

Aku ingin mendekati-MU selamanya
Sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu dengan-MU, ya Rabbi

Oleh: Edcoustic

So, saya hanya ingin memberitahukan ini, teman. Mari kita bangun keinginan yang kuat untuk jatuh cinta. Jangan khawatir, meski Dia membalas cinta saya, cinta-Nya padamu takkan berkurang sedikit pun ^^. Kita akan dicintai dengan penuh tanpa merasa terbagi. Dan aku takkan pernah menjadi sainganmu…^^v

Mari…mari, jatuh cinta lagi…:D

« Entri lama