single and very happy

mereka bilang aku pemilih dan kesepian
terlalu keras menjalani hidup
beribu nasihat dan petuah yang diberikan
berharap hidupku bahagia

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

mereka bilang sudah saatnya karena usia
untuk mencari sang kekasih hati
tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku
pada waktu dan cara yang indah

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

waktu terus berjalan
tak bisa kuhentikan
kuinginkan yang terbaik untuk hidupku

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

ini lirik lagu terbarunya Opie Andaresta, judulnya Single Happy. Setelah saya dengerin, ternyata ok juga…asa punya kesamaan dengan saya. wkwkwkwk…:)) single and happy…

hmm, apa Anda juga punya kesamaan nasib? hahaha… kalau iya, tetep happy aja deh dan syukuri apa yang Allah berikan saat ini.  *sambil nyanyi…

aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya
hidupku sangat sempurna
i am single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah
bebas lakukan yang aku suka
berteman dengan siapa saja
i am single and very happy

Keep smile and semangat semuanya…:)

jurus ampuh

malas itu adalah penyakit yang paling berbahaya. tidak peduli tua, muda, anak-anak, kaya, miskin, pintar, bodoh, laki-laki, dan perempuan, kalau sudah terjangkiti penyakit ini, dijamin pasti menderita hidupnya. entah si penderita menyadarinya atau tidak. kalau masih sadar, itu bagus. yang sulit adalah jika tidak sadar. jangankan berpikir untuk lepas dari belenggu malas, wong sadar bahwa dirinya malas saja tidak…:D

saya adalah orang yang paling sering terserang penyakit ini. terkadang, saya sadar, namun sering kali saya justru terlena. saya pikir, saya baik-baik saja. sampai ketika diingatkan, saya malah jadi kesal. :D saya tidak tahu apakah malas itu adalah fitrah manusia. yang saya tahu, manusia itu memang suka berubah-ubah atau tidak stabil. karena manusia punya hati, yang dalam bahasa arabnya disebut qalbu. qalbu sendiri artinya berubah-ubah, tolong dikoreksi kalau salah tulis…:p, seperti yang saya dengar dari seorang teman. that’s why, manusia sering khilaf…

jadi, saya rasa, kalau seseorang terus-menerus istiqomah dalam kemalasan, artinya manusia itu sendiri telah keluar dari fitrahnya sebagai manusia. *sudah salah, istiqomah lagi…haha…manusia…manusia…*
nah, seperti yang saya telah tuliskan di atas, saya adalah orang yang sering terjangkiti penyakit malas. karenanya berdasarkan pengalaman saya, ternyata jurus ampuh mengusir malas itu cuma satu, yaitu …jreng..jreng…PAKSAIN!! *percaya atau tidak, menurut saya cuma itu jurus yang paling ok untuk saat ini…

PAKSAIN…PAKSAIN…PAKSAIN..

malas mandi pagi: paksain mandi pagi, malas baca quran: paksain baca quran, malas belajar: paksain belajar, malas bersih-bersih kamar *saya banget,,,puarah..!!* : paksain bersihin kamar…dan lain-lain…intinya mah PAKSAIN aja
mungkin awalnya berat, *namanya juga malas, kalau ringan, jadinya ga malas donk..:p*, namun dengan usaha yang konsisten, insya Allah penyakit itu bisa disembuhkan…

yah, sebenernya saya nulis ini juga sebagai bahan pengingat saya…mungkin saja, beberapa saat ke depan saya akan terserang malas lagi…*TIDAAAKKK..jangan sampe…>,<* dan saat itu tiba, saya bisa baca lagi tulisan ini…

semangat buat semuanya…semoga yang sedang tidak malas, bisa istiqomah dan yang sedang malas, segera sembuh dari sakitnya…amiin…

Cahaya di atas Cahaya

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur 35)