Hampir dua bulan saya tidak melingkar. Saya pikir saya bisa bertahan, ternyata saya salah. Ok, pada awalnya, bekal perjalanan saya masih banyak. Saya masih bisa bertahan. Namun ternyata, lama-kelamaan bekal tersebut berkurang hingga puncaknya tiga hari yang lalu. Saya rasa persediaan saya benar-benar sudah kosong melompong. Tak ada yang tersisa.
Taukah teman, saya merasa jauuuhhh banget. ya…ibadah saya menurun drastis, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Akibatnya, bisa ditebak. Saya relatif longgar dengan batasan.
Alhamdulillah, Allah SWT masih menyayangi saya. Saya diingatkan kembali dan diberi kesempatan untuk melingkar lagi. Meskipun, mungkin tidak bisa disebut melingkar. Hanya bertemu beberapa menit dan mengobrol ringan, apa itu bisa disebut melingkar? Yang jelas, meski sesaat, bertemu dengan mereka membuat saya malu teramat sangat. Hasrat untuk mengembalikan segalanya ke tingkatan semula begitu besar. meskipun mungkin…tidak mudah.