Hanya Allah lah tempat bergantung

Manusia semestinya hanya menggantungkan harapan, cita-cita, dan hidupnya pada Tuhan. Salah satu ayat dalam Q.S Al-Ikhlas sudah menguatkan pernyataan dalam kalimat pertama yang saya tulis dalam blog ini. “…Allahu shomad…” (Allah lah tempat bergantung).

Saya mengalami dilema antara bersikap mandiri seutuhnya yang mendekati perasaan tidak percaya pada siapa pun dengan sikap yang wajar namun hanya menggantungkan diri pada Tuhan. Beberapa pengalaman membuat saya berpikir ulang tentang bagaimana cara bersikap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: