Pemerintah…Haruskah Aku Percaya Padamu??

Pagi ini di sebuah stasiun tv saya menyaksikan dua orang pencopet di sebuah acara konser musik di gerebek massa. Sebenarnya kasus seperti ini sudah kerap kali terjadi di negara kita. Tindakan main hakim sendiri ini mau tidak mau (harus diakui) menunjukkan ketidakpercayaan rakyat terhadap kinerja lembaga hukum di Indonesia. Ketika rakyat merasa pemerintah sudah tidak mampu lagi memberikan kehidupan yang nyaman, aman, dan sejahtera, maka satu-satunya jalan adalah menyelesaikan semua permasalahan sendiri.

Nah, gara-gara berita tersebut, saya jadi teringat kuliah yang disampaikan oleh salah seorang dosen saya di kampus. Pada waktu itu beliau mengajukan pertanyaan kepada kami, “Menurut kalian, mengapa orang saat ini lebih banyak memilih membeli dan mengendarai motor?”

Kemudian beliau meminta jawaban dari kami satu per satu. Sebagian anak berargumen bahwa alasan orang memilih mengendarai motor adalah “agar lebih hemat” Atau ada juga yang menjawab, “Supaya lebih cepat sampai ke tujuan…”. Macam-macam jawaban, namun berujung dua pernyataan tersebut.

“Menurut kalian itu melambangkan apa??” tanya Dosen kami lagi.

“Eh??…” banyak kepala-kepala bingung. Sejujurnya kami tidak tahu akan dibawa kemana arah pertanyaan tadi. Yah, seperti biasa kami selalu tidak bisa menebak arah pembicaraan Bapak Dosen jika beliau sudah melontarkan pertanyaan-pertanyaan cerdas dengan bahasa yang terlalu tinggi buat kami. Aaaah…alangkah ilmu kami masih teramat dangkal.

“Artinya, rakyat negeri ini sudah tidak mempercayai kinerja pemerintahnya lagi.” Kami lega. Akhirnya Bapak Dosen telah menjawab pertanyaan cerdasnya yang membuat kami sedikit ketar-ketir.

“Semua orang sudah mulai bersikap egois. Yang diutamakan adalah kepentingannya terlebih dahulu sebab mereka sudah yakin bahwa tidak ada gunanya mengikuti apa yang dikatakan pemerintah karena toh pemerintah tidak pernah mampu memberikan kesejahteraan bagi mereka.” Ehm…sebenarnya tidak tepat seperti itu pernyataan bapak dosen. Yah, saya menangkap kira-kira seperti itulah intinya..:p…(Lah,,?? Setiap orang kan bisa punya persepsi yang beda-beda. Bagaimana kalau persepsi saya salah?? Iya juga sih, tapi yah…insya Allah bener lah ya…hehehe).

Saya jadi berpikir..benar juga pernyataan Bapak. Tanpa sadar, saya dan keluarga juga sudah bersikap seperti itu. Kami tidak lagi memikirkan apa dampaknya jika kami membeli motor bagi lingkungan, bagi orang lain, dan bagi negara ini. Yang terpenting adalah kami mampu memenuhi kebutuhan kami. Peduli amat nantinya jalan-jalan jadi semakin macet, sumber minyak bumi semakin terkuras, atau apa lah. Yang penting kami dulu…huh!

Mungkin dua kasus yang saya sebutkan di atas hanya merupakan salah dua contoh kecil dari sikap tidak percaya masyarakat terhadap pemerintah lagi. Saya yakin, masih ada banyak contoh nyatanya di negeri ini. Nah, kalau sudah seperti itu, siapakah yang mesti segera membenahi diri? Hanya Pemerintah sajakah? atau masyarakat pun harus ikut serta? Saya rasa, saya lebih setuju yang kedua. Bagaimana dengan Anda??:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: