Beban ini hanya untukku

Selama satu bulan ini saya sedang diuji oleh Allah. Saya jatuh sakit lagi setelah beberapa bulan yang lalu mengalami hal yang sama. Ibu berpesan agar saya sabar.

Duhai ibu….Sungguh, jikalah sakit ini hanya saya sendiri yang harus menanggung bebannya, saya akan berusaha senantiasa memandangnya dengan senyuman. Namun yang tidak bisa saya tahan adalah jika sakit yang saya rasakan ini menebarkan beban ke orang-orang di sekitar saya.

Membuat Ibu sendiri khawatir…

Membuat Dek Yoga bolak-balik mengurusi saya

Membuat Om-om jadi kelabakan..

Saya tahu itu semua adalah lambang cinta dari kalian

Tapi….saya tidak bisa untuk tidak menangis setiap kali melihat kalian mengkhawatirkan keadaan saya.

Ya Tuhan…satu permohonan dariku…

Jangan Engkau jadikan beban di pundakku ini menjadi beban orang-orang yang aku cintai pula.

Cukup aku saja…

Amiin.

3 Tanggapan to “Beban ini hanya untukku”

  1. azimuth Says:

    sungguh karena manusia tak pernah bisa hidup sendirian
    sungguh karena manusia diciptakan dgn hati yg berkasih sayang
    karena itu, kau memiliki mereka yg bersedih jika kau bersedih
    yg menangis jika kau menangis
    yg sakit, jika kau merasa sakit

    bersyukurlah

    maafkan utk ukhuwah yg belum sempurna
    syafakillah ukhti
    segera kembali jika sdh lebih baik ya

  2. Dimas Permana Says:

    Get Well soon, reni…

  3. nursatwika Says:

    @ Ajeng: Aku jadi mengerti perasaan Aya di dorama “One Litre of Tears”…Hehehe…Jazakillah, ukhti.

    @ Dimas: Terimakasih. Senang bisa menjalin persahabatan dengan kamu..^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: