Cinta Buta yang Saiko…

Saya baru saja mengalami hal yang mengesalkan sekaligus memalukan. Persoalannya sangat sepele sebenarnya. Jadi begini, malam itu tanggal 24 Juni 2008 pukul 22.30 saya menerima sms dari seorang sahabat. SMS tersebut berisi undangan pernikahan antara sahabat saya yang mengirim sms dengan seorang teman yang saya kenal pula di kampus.

Yang membuat surprised adalah karena menurut saya mereka benar-benar pasangan tidak terduga (tidak terduga karena saya tidak pernah mendengar kabar apa pun tentang mereka…hihi). Oleh karena itu, saya hendak meyakinkan isi sms tersebut kepada sahabat saya yang lain yang lebih dekat hubungannya, baik dengan sahabat saya yang meng-sms atau pun calon suaminya. Sayang, nomornya tidak dapat dihubungi. Akhirnya,saya coba untuk menghubungi sahabat saya yang lain lagi, katakan namanya Ina. Oya, waktu itu saya menelpon sahabat-sahabat saya menggunakan nomor hape ibu saya sebab nomor saya sedang kehabisan pulsa. Sungguh tidak beruntung, Ina yang saya hubungi tersebut juga tidak mengangkat panggilan saya. Hmmm….ya sudah..akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi sahabat saya yang lainnya lagi. Daaan…alhamdulillah berhasil.

Akhirnya, saya pun asyik membahas berita pernikahan tersebut. Tidak lama, saya pun menyudahi obrolan kami ditelepon. Tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk. Hmm…awalnya saya bingung. Siapa ya…soalnya dia yang balik nanya. “Ini siapa ??” Eh…?? Kan saya jadi bingung secara saya tidak mengenal nomornya. Yang menelepon itu laki-laki lagi. Hmmm….karena saya khawatir itu ulah cowok iseng, akhirnya telepon saya serahkan ke adik saya. Alhasil…adik saya juga ikut bingung sampai akhirnya si cowok yang menelepon tadi bilang…”Kamu tadi menelepon ke nomor 085624xxxxxx kan?? Eh…?? “Oooh…itu sih nomornya Ina…”kata saya ke adik.

“Bilang saja ke dia. Itu reni tadi yang telepon.”

Lalu adik saya menjelaskan “Yang tadi menelepon Mbak saya, Reni temannya Mbak Ina. Saya adiknya.” Dan kemudian orang itu pun menutup teleponnya.

Hmm…dan saya pikir selesai sudah masalahnya. Saya kemudian menelepon Ina untuk mengkonfirmasi bahwa tadi yang menelepon adalah saya. Saya juga menjelaskan maksud saya menelepon. Daaan…lagi-lagi saya berpikir…selesai sudah masalahnya.

Ternyata saya SALAH. Ternyata cowok yang tadi menelepon itu adalah pacarnya Ina. Daaan…ternyata dia sangat SAIKOOO….PLUS GILAAAA….Hiiiiii….Sumpah …saya ngeri banget. Padahal saya dan adik saya sudah mengkonfirmasi bahwa yang menelepon Ina itu saya. Dan telepon itu juga bukan dalam rangka membicarakan perkara yang ada hubungannya dengan hubungan mereka berdua. Tapi si cowok SAIKO itu terus meng-sms dengan isi yang sifatnya mengancam. Dalam sms nya dia mengatakan bahwa dia adalah suami Ina dan agar kami jangan pernah berani mengganggu istrinya. Haaa?? Sejak kapan Ina menikah?? Benar-benar miring tuh cowok. Tapi sms nya sendiri juga tidak konsisten. Tak lama dia mengirim sms lagi dengan kata-kata “Jangan ganggu hubungan gw dengan Ina. Kami udah akan married!!” Heeee …?? Dapatkah Anda melihat ketidakkonsistenan kata-katanya?? Yang sudah pasti menunjukkan bahwa orang yang mengirimnya adalah GILA, MIRING, SAIKO, dan DEPRESI.

Dan dalam beberapa sms nya dia mengancam dan menghina adik saya. Yah…tentu saja adik saya yang memang mudah terbakar emosinya tersebut kontan naik darah. Dia kemudian menelepon si cowok SAIKO tersebut. Oya, perlu diketahui, sebelumnya saya dan adik saya tidak tahu kalau cowok itu SAIKO plus GILA loooh…Awalnya kami mengira si cowok miring itu masih salah paham dengan telepon saya malam itu pada Ina.

Nah, jadi ….akhirnya adik saya yang memang sudah terbakar emosinya tersebut kemudian menanyakan apa maksud cowok SAIKO itu dan menjelaskan bahwa dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan Ina dan si SAIKO itu. Ya iyalah….memang tidak ada hubungannya. Benar-benar SAIKO kan?? Eh, si cowok SAIKO itu malah menyebut adik saya…maaf…BAJINGAN! Yah…siapa yang tidak emosi. Wong…ngomong baik-baik kok malah disebut BAJINGAN. Akhirnya…keluarlah kata-kata kasar dari mulut adik saya. DASAR BANCI LO…Kenapa dia sebut banci ?? Karena menurut adik saya gaya bicara cowok saiko itu benar-benar ‘lembut’ sekali…Hahaha…Pakai Kamu- Aku lagi….

Oya, perlu diketahui…di daerah saya, Lampung…agak tidak wajar kalau cowok menyebut dirinya aku di hadapan cowok lain…hihihih…kesannya lemah gitu…Biasanya cowok2 di daerah kami akan saling menyebut diri GUA dan ELO jika baru kenal dan dalam situasi tegang seperti itu. Kata-kata kamu aku dalam pergaulan, biasanya dipakai oleh pasangan cowok-cewek yang lagi kasmaran. Wong…antar sesama cewek aja bisa diketawain kalau menyebut diri menggunakan kata-kata aku-kamu…hahaha.

Tapi entah mengapa …untuk sebutan DASAR BANCI tadi, saya setuju 100% dengan adik saya. Memang BANCI dia….Dan ternyata perseteruan masih berlanjut juga…Huh…capek deh…

Tokorode, saya jadi malas untuk mengetikkan cerita ini. Bikin panas hati. Ya sudahlah…pesan saya buat teman-teman…kalau cari pacar, carilah yang baik. Yang saleh dan terbukti WARAS!! Karena tidak cuma Anda yang akan dibuat repot, orang-orang di sekitar Anda pun jadi ikut merasa tidak nyaman juga. Yah…contohnya kejadian yang saya alami ini.

Tapi kalau boleh saran, sebaiknya tidak usah pacaran lah… Allah SWT sudah menunjukkan cara yang sangat mulia dalam mencari pasangan hidup melalui sunnah-sunnah Rasul-Nya. Caranya gimana?? Yah…cari tau atuh…masa untuk urusan begitu mesti disuapin juga. Hahahaha…

Oya…malam itu saya memanjatkan doa pada Allah

Ya Allah… berikanlah saya seorang suami yang saleh dan terbukti WARAS (hii…kan ngeri kalo kasusnya kaya’ kisah di atas…:p). Yang mencintai-Mu di atas segala cinta sehingga cintanya padaku bukan cinta buta yang SAIKO. Amiin.

Hehehe….

5 Tanggapan to “Cinta Buta yang Saiko…”

  1. zulfadlillah Says:

    iya saya juga sepakat…Dasar Banci. haha

    kalo saya sudah terbukti waras tapi belum terbukti shaleh. hehe.

    doanya bagus, mudah2an terkabul, amiiiin.

    saya link blog ini yah. makasih.

  2. febyartwodini Says:

    Huwwaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..critanya seru- seru abiizzzzzz. Bener2 orang aneh bin ajaib. yah begitulah kalo cinta buta…posesif banget yah tuh cowok, ngeri😦.

    Ya Allah… berikanlah saya seorang suami yang saleh dan terbukti WARAS (hii…kan ngeri kalo kasusnya kaya’ kisah di atas…:p). Yang mencintai-Mu di atas segala cinta sehingga cintanya padaku bukan cinta buta yang SAIKO. Amiin.

    Amiiiiiiiiiiin.

    Nah trus….jangan lupe ye ntr undangannye ;;).

    Salam,
    ~Bee~

  3. nursatwika Says:

    Yah, begitulah cinta…deritanya tiada akhir…(Kata mutiaranya Pat Kai di serial Sun Go Kong…hihihi)

    Hehehe…makasih Mbak Feb atas Amiiin nya..

  4. dian Says:

    cuma mau komen : aku ngakak, ren….! :))

  5. Ida Says:

    mo share aza..
    gw jga ngalamin berhubungan ma orang saiko tepatnya mantan ade gw…dya ga terima diputusin ade gw..alhasil dya smsin nyokap gw, ade gw yg stu lagi n gw,dya juga nelponin ke tlpon rumah..semuanya dia teror dengan kata2 yang tidak pantas…yahh gw sihh berdoa semoga allah membukakan pintu hatinya…amiin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: